jump to navigation

cinta yang hilang Maret 2, 2009

Posted by junisalman in cinta.
Tags: , ,
trackback

membicarakan cinta yang hilang maka kita akan berbicara tentang sakit dan patah hati karena cinta yang tak kunjung datang malah semakin menjauh dan pergi.

Ingat cerita seorang sahabat tentang cinta  yang hilang ini, cerita tentang dia dan mantan pacarannya yang sudah berlangsung selama 7 tahun lebih. Sahabatku ini bukan tipe orang yang mudah untuk jatuh cinta sama seseorang walaupun mudah sekali buat orang lain untuk jatuh cinta padanya….hehe. flashback ke 7 tahun kebelakang dia mengenal seorang laki laki yang sangat menyukai dirinya, pada awalnya dia ga suka sama lelaki ini kita sebut aja namanya Doni tapi karena kegigihan doni untuk mendapatkan wanita pujaannya akhirnya sahabat saya ini luluh juga secara PDKT yang sangat lama kurang lebih 1 tahun cewe mana yang ga luluh di deketin setahun terus terusan. singkat cerita akhirnya mereka menjalin kisah asmara sebagai sepasang kekasih, dengan persetujuan orang tua dan keberanian Doni untuk komitmen ke arah yang lebih serius menambah rasa cinta diantara mereka berdua. berbagai hal tentang masa depan sering menjadi topik pembicaraan mereka mulai dari konsep pernikahan,nama anak anak mereka, akan kemana saja mereka nanti dan masih banyak mimpi mimpi yang mereka rajut dalam mabuk asmara. Tahun demi tahun berlalu berbagai cobaan dalam hubungan pacaran mereka lalui dengan tegar mulai dari pertengkaran,cemburu, emosi bahkan kejadian kejadian yang kurang mengenakan di hati. tapi seperti pepatah karena cinta semuanya terasa mudah dan nikmat. ditengah cinta yang sedang bergelora itu mulai muncul masalah yang cukup berat, Pihak ketiga. kebetulan yang terlibat pihak ketiga ini adalah sang arjuna Doni dia terlibat konflik asmara dengan seorang wanita lain tanpa  sepengetahuan sahabat saya ini, yang sahabat saya tau kalau wanita ini memang mengejar ngejar Doni tapi doni selalu berkilah kalau dia ga suka dengan wanita ini dan menganggapnya hanya angin lalu saja.
Suatu hari sahabat saya mendapat kabar yang sangat menyesakan dada, dia mendengar kalau Doni telah menikah dengan wanita yang selama ini mengejar ngejarnya itu. perasaannya benar benar hancur dan tak karuan karena selama ini Doni selalu bilang mencintainya dan ga ada wanita lain di hidupnya. dengan perasaan tertahan akhirnya sahabat saya menanyakan hal ini pada dan berharap kata “tidak” akan dia dapatkan dari mulut sang kekasih.Hari yang cerah itu langsung berubah mendung ketika Doni mengatakan hal yang sebaliknya, dunia seakan bergoncang bagi sahabatku dia seakan tak mau mempercayai kata2 kekasih yang dicintainya itu. Air mata tak mungkin bisa terbendung oleh matanya yang telah sayu karena beberapa hari tak bisa tidur memikirkan masalah ini. Doni meyakinkan kekasihnya yang tengah menangis dengan berkata kalau dia menikah bukan atas dasar cinta tapi TERPAKSA oleh keadaan karena wanita ini telah hamil atas perbuatannya yang menurutnya tak sengaja dan khilaf telah dilakukannnya. tanpa peduli dengan semua kata kata doni sahabat saya langsung menyuruhnya untuk pergi pulang kerumah bersama istrinya. dia hanya bisa menangis, hari hari dilewati hanya dengan air mata, tak ada semangat hidup di matanya yang indah,tak ada lagi keceriaan, tak ada lagi mimpi indah semua itu telah hilang  bersama hilangnnya mimpi mimpinya bersama sang pujaan hati. Lama kelamaan dia menjadi membenci wanita yang telah merebut kekasihnya, muncul amarah dan dendam dalam dirinya untuk membalas apa yang telah dilakukan wanita itu terhadap dirinya. Untuk sesaat dia bisa melupakan kekasihnya tapi lama kelamaan rasa itu muncul lagi dia tak bisa berbohong pada dirinya sendiri kalau dia masih sangat cinta dengan doni. sehingga dia mengambil resiko untuk tetap berhubungan dengan doni walaupun status doni sudah menjadi suami orang. hal itu bisa dia lakukan karena doni pun memberi lampu hijau padanya dengan tetap berkomunikasi layaknya masih pacaran dan tetap memberikan harapan kalau mereka suatu saat pasti bisa kembali bersama. tahun demi tahun kembali berganti, tak ada tanda tanda kalau doni akan mengakhiri hubungannya dengan istrinya yang dulu dia bilang tak cinta dan menikah secara terpaksa dan tetap berhubungan dengan sahabat saya ini. bahkan yang lebih miris adalah anak doni yang sudah ada 3 orang tapi sahabat saya ini benar benar tabah dan tetap menaruh harapan akan bersama doni walaupun secara logika mana ada orang terpaksa menikah sampai punya 3 orang anak. tapi memang cinta itu ga pake logika jadi sah sah aja. kembali ke laptop. semakin lama hubungan ini menjadi semakin kompleks dan rumit, orang tua sahabat saya tidak menyetujui hubungan mereka dan ini yang menjadi batu halangan bagi sahabat saya untuk melanjutkan hubungan mereka tapi dia tetap tidak gentar. walau telah mencoba untuk menjalin hubungan dengan laki laki lain tapi semua itu tak pernah berhasil dan selalu kembali pada doni sang cinta sejati. sampai akhirnya doni mulai jarang komunikasi,ga pernah telepon,sms, dll. lama kelamaan sahabat saya terjangkiti penyakit “kerinduan yang amat sangat” sehingga menyebabkan dia kehilangan semangat untuk menjalani hidup (bukan bunuh diri tapi jadi tidak menikmati hidupnya) mulai sering cemberut ga pernah senyum apalagi ketawa. jiwanya seakan akan hilang bersama hilangnya sang kekasih untuk yang kesekian kalinya dan tak mempedulikan orang lain yang peduli dan sayang padanya.

inikah yang disebut cinta yang hilang?

kehilangan cinta memang menyakitkan tapi kehilangan ketenangan,kegembiraan,dan sahabat yang akan selalu ada untukmu adalah lebih menyakitkan daripada kehilangan cinta karena cinta seorang kekasih mudah dicari tapi ketenangan hidup mahal harganya dan tak semua teman bisa menjadi sahabat dan tak semua sahabat peduli dengan kehidupanmu.

Apa pelajaran yang bisa diambil dari kisah diatas?
“mencintailah dengan secukupnya karena bisa jadi orang yang kita cintai tak selamanya akan mencintai kita dan itu sangat sakit”
“membencilah dengan secukupnya juga karena orang yang kita benci bisa jadi orang yang sangat peduli pada kita dan mencintai kita lebih dari apapun”
“buka mata dan hati dan sesungguhya cinta sejati itu ada dekat sekali dengan kita”

Komentar»

No comments yet — be the first.